Kamis, 28 Januari 2010

Susahnya jadi Artis...

Dua hari kemaren, dapet kesempatan buat nemennin anak-anakku tercinta buat shooting acara "Kuas Ajaib"-nya Trans 7.Awal-awalnya cukup exciting banget mengingat ini adalah pengalaman pertama.
Terkadang ketika kita ngeliat artis-srtis itu wara-wiri di setiap stasiun TV yang ada di kepala paling banter adalah : "waah... uangnya banyak, atao koq bisa ya sampe ngga ngelanjutin pendidikan padahal cuma shooting doang.."
Pikiran-pikiran itu tiba-tiba terbantahkan setelah ngikutin shooting kemaren...
Gini Ceritanya:
Hari selasa kemaren (26/1-10) kita sepakat kumpul di hotel Mitra jalan Supratman jam 09.00 WIB. setelah semua kumpul dan berkenalan satu sama lain kita langsung menuju lokasi, yaitu The Ranch yang ada di daerah Lembang. Kebetulan, shooting kemaren bertema kuda, sehingga tempat tersebut dianggap cukup mewakili. Sebelum pergi Tanisha+Ibenk diberi copya-an script. Ga banyak, cuma 4 scene, dan cuma 2 lembar. "pasti sebenta" fikirku, gak akan nsampe jam 4 juga udah selesai.
Sekitar 60 menit kemudain, kita semua sudah sampai di lokasi. Selama di perjalanan, ke-2 anakku semangat menghafal script di luar kepala. Begitu sampai, ternyata kita tidak langsung take, tetapi reading script terlebih dahulu, gunanya untuk melatih intonasi, ekspresi, dan pendalaman karakter. Sementara para artis sibuk reading, crew yang laen sibuk membuat setting yang sesuai dengan tema dan menempatkatkan 2 kamera diposisi yang tepat.
Setelah dirasa reading cukup dan setting selesai di buat, masih ada tahap berikutnya yang harus di lalui sebelum take, yaitu latiha dengan 'posisi' yang sebenarnya.
hmmm... sekitar jam 11.15 WIB, proses shooting barulah dimulai. Beberapa kali sempat diulang, untuk mendapatkan adegan yang berkualitas. Syukurlah anak-anak masih bisa mengikuti dengan sabar. He..he... (Tetep!!! Cheersleader kudu ada)
wah..wah... pasti akan take scene selanjutnya, fikirku...
Eiittsss, tapi dugaan ku salah, setelah itu, masih harus diulang untuk take per-karakter dengan pengulangan lengkap dari awal satu per satu... Itu pun masih ditambah dengan proses Run-Thru dari awal. belum lagi kalo ada adegan jalan, itu pun ditambah dengan shooting bagian shoulder and back-nya...
Ckckck...
walhasil pada hari pertama cuma selesai 2 scene saja... karena selain sudah sore, anak-anak terlihat cukup lelah dan mulai bosan.
melihat hal tersebut, para crew sudah tak bisa berbuat banyak, mereka mengikuti kemauan anak-anak dengan tetap memberikan pengertian pada mereka bahwa besok harus lebih konsentrasi dan bekerja keras, karena scene yang akan diambil jauh lebih banyak...

Setelah melewati semua itu... aku pun jadi berfikir, 'terus bagaimana repotnya para artis sinetron stripping itu? shooting hari ini untuk tayang esok hari! gimana ngafalinnya? gimana kabarnya mood mereka? di forsir setiap harinya..?? kapan mereka istirahat? kapan mereka senang-senang untuk menikmati penghasilan mereka yang konon bisa sampe puluhan juta per episode? sebandingkah dengan apa yang mereka lakukan? dan bla... bla... bla..." masih ada ratusan pertanyaan yang muncul di kepalaku, yang rasanya tak bisa diurai satu per satu...

Alhamdulillaah... Ya, rasa syukur itu langsung menyelinap di hati. bersyukur bahwa aku tidak berada di lingkungan itu. bahwa pekerjaan ku jauh 'lebih manusiawi'. ada jam kerja yang tetap setiap harinya (meski kadang lembur untuk rapat juga sih....), ada saatnya untuk rehat dan berbagi dengan teman-teman, selalu ada weekend untuk keluarga (tentunya kalo' ga ada event tertentu ato pelatihan... he..he...)
Allah benar-benar sayang dan mengerti hamba-Nya...
Maha Besar Allah, yang selalu menempatkan dan menetapkan sesuatu sesuai dengan takarannya...

Tokoh Masa Lalu

Pak Raden...
siapa sih yang ga' kenal ama Pak Raden...
Kalo zaman-zamannya aku dulu sih, pas zaman film boneka si Unyil, pasti ga ada yang ga kenal dengan tokoh sentra yang satu ini..
Karakternya berkesan banget...
secara dia itu jadi sosok yang ditua kan, orang yang pinetr dan dilengkapi dengan segudang pengalaman, tapi juga terkadang pinternya untuk 'ngeles' alias nyari-nyari alesan pembenaran akan sikap dan keinginannya..

kemarin waktu shooting kuas ajaib, aku berkesempatan untuk langsung bertemu dan melihat dari dekat sosok yang satu ini...

beliau sudah sangat sepuh, umurnya lebih dari 77 tahun. tapi meskipun begitu, sikapnya sungguh santun. Dialah orang yang pertama kali mengajak berkenalan.
sungguh... sangat berbeda sekali dengan karakternya dalam cerita "Si Unyil".
meskipun sudah sangat senior, beliau terbuka ketika di beri masukan, ketika mendapat kritik. bahkan tak pernah terlihat kesal, ketika adegannya harus diulang beberapa kali. sungguh sangat hebat!!!
Kondisi tubuhnya sangat menggambarkan sekali usianya yang sepuh. Ia sudah tak lagi kuat berjalan lama dan jauh. Kemana-mana ia menggunakan kursi roda yang dibantu oleh seorang asisten. Bahkan kakinya terpaksa diberi 'pembalut lutut' untuk mengurangi rasa sakit yang timbul dari penyakit rematiknya...
Sekali lagi, ia tak pernah menyerah... padahal sebenarnya dengan usia yang sudah senja, ia berhak untuk hidup enak, menikmati apa yang sudah ia peroleh.
Tapi ia lebih memilih untuk terus bekerja, dan membagikan pengalaman dan kepintarannya kepada para juniornya...
sungguh, sosok yang sangat menginspirasi...

sudahkah kita yang muda dan perkasa ini juga melakukan hal sama???
Bisakah???