Minggu, 21 Februari 2010

Afif dan Kumang

Buat anak-anak seukuran Rafif, apapun bisa jadi menarik kalo kita mengenalkan sesuatu dengan cara yang unik, moodnya lagi bagus, plus didukung dengan gambar-gambar full colour yang sesuai dengan artinya. Setelah kepiting, hewan lain yang kemudian menjadi favoritnya adalah kumang. Yup, hewan yang banyak ditemui di daerah pesisir pantai ini, berhasil memikat hati Afif. Mulai dari sebatas browsing di dunia maya, kemudian berlanjut ketika melihat hewan aslinya ketika kami berjalan-jalan di pasar perluasan Arcamanik. sejak itu, hanya kumang, dan kumang yang menjadi topik paling menarik untuk dibicarakan. bahkan ketika bermain peran pun, ia memilih untuk menjadi seekor kumang... hmmm ada-ada aja... Dengan harapan bisa membantu untuk membuatnya mengenal lebih dekat lagi dengan si kumang, akhirnya, kami sepakat untuk membelikannya dua ekor kumang strawberi dari gerai Kumang Kelomang Istana Plaza. Harganya memang cukup mahal (menurut ku...) untuk seekor kumang berukuran sedang, kami harus membayarnya 30 ribu, dengan alasan kumang strawberi ini sangat jarang sekali dijumpai di Indonesia, alias harus di-import.




Tapi tak apalah, demi sebuah eksplorasi yang hasilnya jauh akan lebih bernilai... kami beli juga akhirnya... Kami pun mulai mencari-cari informasi, cara memeliharan kumang yang baik dan benar. Mulai tutorial langsung pada sang empunya gerai, sampai browsing lagi, akhirnya ada beberapa point yang kami garis bawahi:
Cara pemeliharaan :
1. Sediakan tempat (crabitat) yang memadai baik luas maupun tingginya, misalnya aquarium atau box plastik, agar kelomang leluasa bergerak. Perhatikan, agar jangan sampai ada sarana yg bisa membuat kelomang dengan mudah keluar dari crabitat. Jika diberi penutup jangan lupa di beri lubang-lubang udara.
2. Pasir sebagai alas crabitat dan sarana moulting yang aman. Sediakan pasir dengan ketebalan secukupnya kelomang dapat mengubur diri. Pada pagi hingga sore hari, Strawberry mempunyai kebiasaan mengubur diri dalam pasir. Mereka akan keluar di malam hari untuk mencari makan. Pasir yang cukup tebal yang dapat membantu proses moulting secara alami dan aman dari kelomang lainnya.
3. Sediakan tempat makanan dan minuman.
Makanan : - kelapa (paling suka), - buah buahan yang manis seperti mangga, pepaya, jambu , - pelet makanan ikan/kura, - udang - ikan - tulang sotong sebagai sumber calcium dan - Lain-lain, mereka pada dasarnya mau makan apa aja (scavengers). Minuman : sebaiknya air tawar matang dalam jumlah cukup banyak.
4. Air laut. Berdasarkan pengalaman saya, strawberry sangat suka bermain (snorkeling), mengisi cangkang dan minum air laut. Sediakan air laut di tempat cukup besar agar bisa berendam. Berdasarkan pengamatan saya juga, mereka lebih suka nyemplung di air laut dari pada air tawar.
5. Cangkang-cangkang kosong. Sediakan selalu berbagai ukuran cangang kosong sedikit lebih besar dari cangkang lamanya, lihat dari ukuran lubang cangkang. Strawberry sangat menyukai cangkang turbo/turban walaupun tidak menutup kemungkinan mau menggunakan cangkang jenis lainnya. Mereka akan pilih sendiri cangkang yang dikehendaki.
6. Dekorasi yang berguna. Dekorasi yang berguna bagi kelomang adalah yang dapat digunakan untuk bersembunyi atau sarana yang dapat dipanjat seperti kayu kering (yang biasa buat aquarium atau kayu apa aja), batu karang, tanaman. Selain suka main air, strawberry juga suka memanjat dan sembunyi dibawah kayu atau batu ini. Tanaman tidak mutlak dan cepat rusak karena di panjat dan di gigit gigit namun bisa menciptakan ke asrian dalam crabitat.
7. Penempatan crabitat. Jangan ditempatkan di tempat yang terkena matahari langsung, kalau kepanasan, strawberry bisa dehidrasi dan keluar dari cangkang lalu mati. Sebaiknya letakkan crabitat di tempat yang agak terlindung namun boleh juga bila masih mendapat sinar matahari pagi. Tidak diperlukan lampu khusus seperti pada pemeliharaan reptil atau ikan. Sebaiknya juga tidak ditempatkan di ruang ber AC karena di alamnya mereka hidup di daerah pantai yang panas, pasti lebih dari 28 derajat Celcius.
8. Moulting. Strawberry dengan ukuran large ke atas, mengalami process moulting kurang lebih setahun sekali. Bila ada anggota badan (kaki dan capit) yang putus, Strawberry akan mendapatkan kaki/capit baru melalui process moulting ini. Jika anggota badan yang putus lebih dari satu, ada kemungkinan akan mengalami beberapa kali moulting secara berturut-turut, sampai lengkap seluruh anggota badannya. Berdasarkan pengalaman saya, semua strawberry saya yang moulting alami dengan mengubur diri dalam pasir memakan waktu sekitar 1 bulan. Jadi kalau tiba2 Strawberry mengubur diri dalam pasir dalam waktu yang lama, please jangan diganggu, diamkan saja sampai dia selesai moulting dan mucul dengan sendirinya ke permukaan. Dalam process moulting ini, Strawberry berpuasa. Setelah moulting selesai, Strawberry akan langsung mencari makanan dan air, jadi sediakan makanan dan air yang cukup. (Copas dari artikel di dunia satwa)

Setelah kami baca, rasanya tidak terlalu rumit. untuk makanan, saya pun berinisiatif untuk membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana yaitu kelapa parut+ebi yang kemudian di sangray sampai benar-benar kering.

Setelah beberapa minggu kami pelihara, kami lihat koq kumang-kumang itu terlihat tidak seagresif ketika dia hidup di gerai? apa yang salah ya?
?
Atau mungkin karena sepi cuma berdua???
Akhirnya, ketika kami mendapatkan kesempatan untuk mampir ke Pangandaran, kamipun menambah koleksi kumang Afif. Dia membeli sekitar 10 ekor ku
mang lokal dengan berbagai ukuran dan warna.


walhasil, akuarium alias crabitat itu penuh sesak...
ya, PR barunya adalah menyediakan tem
pat yang lebih lapang agar kumang-kumang itu bisa bergerak jauh lebih leluasa.


Sampai saat ini, Afifi masih terlihat cukup antusias, entahlah akan sampai kapan...
Mungkin samp
ai ia menemukan kembali hal baru yang bisa membuatnya lebih tertarik...
Apapun, semoga kami masih bisa terus mensupport dan memfasilitasi sesuai dengan kemampuan...

Alhamdulillaah...
Lewat Afif, berbagai wawasan baru kami dapatkan..
Tanpa keingintahuannya, mungkin sampai detik ini, kami pun gak akan pernah tau bagaimana rasanya memilihara kumang, yang biasanya hanya dijadikan mainan anak-anak semata.

We fun and than we learn...

Seneng banget kalo belajar Sains ama anak-anak. Apalagi kalo materinya bisa dibuat hands-on yang menarik bareng mereka.
Yup, ide memang terkadang bisa hadir kapan saja, dan didukung oleh kondisi anak yang kita hadapi. Kebetulan anak-anak kelas
VI tahun ini, karakternya lebih nyantei, dan selalu menuntut untuk 'berman'. Ya... kalo diitung-itung seirusnya paling cuma 20%... He..he...
However, I Love You, Kids...

Nah, pas mau masuk materi "Perpindahan Energi Panas", kami sharing dulu di kelas. Mendiskusikan tentang konsep awal materi ini, kemudian mencoba mencari aplikasinya.
Anak-anak meminta dengan sedikit merengek, untuk melakukan cookery.. Secara kegiatan ini udah lama ga mereka lakukan...
Saya juga berfikir, bisa juga...
Tapi saya meminta mereka yang mengajukan perencanaan, mulai dari jenis praktikum alias masakannya yang dihubungkan dengan jenis-jenis materi perpindahan panas, kemudian secara budget.
Sesuai dengan perkiraan, mereka sangat bersemangat sekali untuk mempersiapkannya... mulai dari searching materi, kemudian menyiapkan alat dan bahannya.
Eng...Ing..Eng...
Dan inilah jenis-jenis mere
ka hasilkan untuk praktikum kali ini:
  • Melelehkan Choki-choki dan mentega di atas sendok sebagai contoh Konduksi (sayang fotonya ga ada...)
Jadi mereka menyimpan choki-choki/mentega di ujung loyang yang satu, sementara ujung loyang yang lain di simpan di atas bara api... Setelah ditunggu kurang lebih 3 menit, maka choki-choki/mentega itu meleleh...
  • Memasak Baso Cihampelas, sebagai contoh Konveksi
Ini nih yang menjadi kegiatan favorit anak-anak... semangat banget... kebetulan suasana mendukung... Lagi hujan di sore hari...




  • Bakar Jagung sebagai contoh Radiasi...



Alhamdulillaah... Kegiatannya berlangsung lancar... semua semangat.. dan sampai hari ini, materinya masih nempel di kepala anak-anakku...
Ya... Memang, untuk meng-create suatu kegiatan pembelajaran supaya menjadi bermakna dan bernilai bagi anak-anak, dibutuhkan sebuah perencanaan yang didalamnya juga anak-anak diikut sertakan plus lagi waktu dan pemikiran yang "lebih".
Ga gampang emang... tapi semoga saya bisa terus dapet ide-ide baru...
Yang pasti,... never stop to learn...